Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Februari 2020

Tips Biar Mobil Terus Kinclong

Source: labtech.my.id Mobil dengan tampilan menawan tentu saja akan menarik mata yang menyaksikan serta mempunyai nilai jual kembali yang mampu dipertahankan. Tentu saja menjaga agar performa warna mobil tetap mengilap bebas dari lecet dan baret bukanlah pekerjaan yang gampang. Dimas Aska, Head of Media Relation PT Toyota Astra Motor (TAM), menerangkan perawatan cat mobil secara sederhana terdiri dari mencuci mobil secara terstruktur serta melaksanakan langkah-langkah dukungan pertama ketika mobil mengalami lecet. Secera umum, jenis cat kendaraan beroda empat sama walaupun mungkin berlawanan merek, yaitu jenis thermosetting. Ini ialah cat yang dapat kering jika dipanaskan sampai 140 derajat Celsius dengan memakai oven khusus di pabrik. Ini berlawanan dengan cat yang dipakai di bengkel perbaikan atau pengecatan ulang bodi kendaraan yaitu jenis thermoplastic, atau mampu kering pada suhu 60 derajat Celcius. Terdapat tiga jenis lapisan cat yang digunakan pada ketika pengecatan mobil di pabrik. Pertama, lapisan primer yang berfungsi menghasilkan daya rekat antara pelat metal bagian dasar dengan lapisan permukaan untuk menangkal karat pada kendaraan. Kedua, terdapat lapisan surfacer yang berfungsi mengembangkan daya rekat antarpermukaan untuk menghaluskan permukaan serta menghalangi perembesan cat pada bab paling atas. Ketiga, yaitu lapisan teratas dengan ketebalan lapisan berlawanan sesuai dengan warna cat kendaraan. Fungsinya yakni untuk memberi daya tutup, kilau, dan daya tahan kepada cuaca. Kendaraan harus secara terorganisir dicuci dan dibersihkan, terlebih setelah terkena zat yang mampu menciptakan cat rusak mirip kotoran burung, abu gunung berapi, zat kimia keras (materi asam, dsb), air laut, getah pohon, aspal, bensin, dan lain sebagainya. Jika terkena zat-zat perusak cat tersebut, seharusnya Anda secepatnya mencuci mobil agar zat-zat tersebut tidak menyerap ke dalam cat. Sebaiknya simpan mobil yang jarang digunakan di kawasan yang terlindung dari debu, panas, dan hujan seperti garasi rumah Anda. Penggunaan epilog mobil juga disarankan untuk melindungi cat dari debu. Namun, penggunaan penutup kendaraan beroda empat juga berisiko terhadap kendaraan beroda empat Anda. Apabila Anda memarkir kendaraan beroda empat di tempat terbuka dan menutupnya dengan cover mobil, beberapa macam materi epilog yang kurang baik mampu menyebabkan penutup tersebut lengket dengan bodi kendaraan beroda empat dan mengakibatkan cat rusak. Apabila mobil Anda mendapatkan goresan kecil atau belum hingga perihal cat warna, masih mampu dipoles. Anda dapat menetralisir ukiran tersebut dengan memakai compound halus (khusus poles) dan kain lap. Jika tidak terdapat pergantian, kemungkinan goresannya sudah cukup dalam. Jika hal ini terjadi, lakukanlah pengecatan ulang pada bab yang tergores. Ini menjadi salah satu pilihan. Dalam melaksanakan pengecatan ulang, gunakan cat dengan mutu yang cantik mirip cat dua komponen yang mengandung cat dan pengeras (hardener) dengan pengeringan mencukupi. Jangan mengecat kendaraan beroda empat di bengkel yang tidak bonafid sebab umumnya mereka menggunakan cat satu bagian yang cepat luntur atau tidak mampu keras setelah kering. Kilaunya dapat hilang setelah beberapa pekan dan kalau kepanasan cat tersebut mampu retak. Pada dikala mencuci mobil, bersihkan terlebih dahulu kotorannya dengan air bertekanan dan kemudian gres dicuci secara keseluruhan. Gunakan kain lembut atau karet busa yang halus teksturnya untuk membersihkan kotoran yang menempel. Cat kendaraan beroda empat sensitif terhadap materi dengan kadar keasaman yang tinggi. Gunakan sabun atau sampo kendaraan beroda empat dengan pH (tingkat keasaman) netral. Setelah dicuci, usaplah kendaraan dengan kain lembut untuk mengeringkan air yang tersisa. Jika menggunakan cuci kendaraan beroda empat otomatis, amati sikatnya sebab jika sikat tidak terawat atau agresif dapat menghancurkan cat. Pilihlah kawasan cuci kendaraan beroda empat otomatis yang tepercaya dan mempunyai layanan yang baik. Hal lain yang perlu diingat ialah, jangan memarkir kendaraan beroda empat di luar ruangan secara rutin dengan keadaan sebagian bodi terkena paparan sinar matahari dan sebagian yang lain tidak. Jika keadaan ini terus-menerus terjadi, cat mobil mampu menjadi belang, utamanya pada kendaraan beroda empat dengan car warna putih atau terang.
Sumber https://pakgalingging.blogspot.com

Sabtu, 08 Februari 2020

Tips Parkir Kendaraan Yang Kondusif

Source: labtech.my.id Pelaku kejahatan seperti pencurian sepeda motor sepertinya semakin meluas keberadaannya, maka dari itu kita sebagai pemilik kendaraan diusulkan semoga senantiasa berhati-hati dalam memarkirkan kendaraan kita. Nah, semoga Anda tidak mencicipi kegelisahan sebab takut kehilangan kendaraan kesayangan Anda, Ikuti beberapa kiat dari Bang Sobil. 1. Parkirlah kendaraan Anda ditempat yang resmi, misalnya mirip mall dan pusat perbelanjaan lainnya yang selalu memberikan STNK pada saat mau keluar dari parkiran tersebut. 2. Carilah kawasan parkir yang ada CCTVnya. Saat ini sudah banyak tempat parkir yang menggunakan kamera CCTV, jadi Anda tidak terlampau was-was akan kehilangan motor Anda. 3. Parkir ditempat yang aman dan strategis itu sudah pasti, contohnya bila Anda memarkirkannya didepan rumah kau, sebisa mungkin parkirlah kendaraan Anda yang dapat tampakdengan Anda. 4. Tambahkan Kunci Pengaman pada Motor, contohnya seperti pasang alarm motor. Alarm motor ini sungguh berfungsi sekali untuk menangkal pencuri melaksanakan aksinya. 5. Amankan barang bawaan Anda, jangan sesekali Anda meninggalkan barang bawaan berguna Anda contohnya di jok motor ataupun di keranjang motor mirip STNK, BPKB dan surat berharga lainnya. 6. Periksa motor Anda pada saat meninggalkan kawasan parkir. Biasanya pada umumnya orang lupa, bahkan ada yang masih menggantungkan kunci motornya tersebut dikontak, sehingga sangat membuat lebih mudah pencuri melakukan aksinya. Demikian tips singkat dari parkir kendaraan yang aman, agar akan bermanfaat bagi semua para pembaca setia Labtech.my.id
Sumber https://pakgalingging.blogspot.com

Kiat Kondusif Berkendara Dalam Kondisi Hujan

Source: labtech.my.id Musim hujan kini datang. Pola mengendara anda yang tadinya menyesuaikan ekspresi dominan kemarau sekarang harus berganti. Agar tidak terlampau mengagetkan saat jalanan terkena hujan, ikuti tips mengendara saat hujan berikut: 1. Kurangi kecepatan berkendara alasannya adalah air hujan yang bercampur oli di atas permukaan jalan akan menciptakan permukaan jalan menjadi licin. Kondisi ini juga menciptakan ban gampang slip. Pada saat berkendara kecepatan lebih rendah, alur ban yang bersentuhan dengan permukaan jalan akan lebih banyak yang mau membuat daya cengkeramnya lebih baik. 2. Periksa ban rutin sebelum jalan. Periksa tekanan udara dalam ban apakah sudah sesuai anjuran yang ditentukan oleh masing-masing pabrik pembuat kendaraan beroda empat. Informasi ihwal tekanan ban ini mampu anda peroleh di segi belakang pintu, di tiang pintu, di pintu laci dashboard, atau di balik tutup tangki materi bakar. Tabel ukuran ini juga mampu dibaca di buku manual pemakai. Angka-angka yang tercetak di dinding ban kendaraan bukanlah tekanan udara yang dianjurkan, melainkan tekanan maksimum untuk ban. Periksalah tekanan udara ban sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan. Cek kedalaman alur untuk menyingkir dari mobil tergelincir (slip) atau melayang di atas air (aquaplaning). 3. Ikuti Arah Mobil di Depan Anda. Hindari memakai rem. Kurangi kecepatan dengan melepas pedal gas. Hidupkan lampu depan, meskipun hujan tidak terlalu lebat. Lampu ini membantu pengemudi lain melihat posisi mobil anda. Jika ada gunakan daytime running lights, agar kendaraan di belakang mampu melihat posisi dengan lebih baik. 4. Belajar menangani slip misalnya jika kendaraan beroda empat mulai tergelincir, jangan sekali-kali menginjak habis rem. Jangan pula sekali-kali memompa rem, jika mobil di lengkapi anti-lock braking system (ABS). Tekan saja dengan pasti pedal rem dan arahkan kemudi sesuai arah slip mobil. 5. Menjaga jarak kondusif dengan kendaraan lain di depan merupakan keharusan ketika kondisi mirip ini. Saat berkendara melintas di jalan yang basah, jarak pengereman yang diharapkan mampu tiga kali lebih panjang ketimbang di jalan yang kering. Jangan berspekulasi untuk mengemudi kendaraan terlalu akrab dengan kendaraan lain. Pertahankan jarak dua kali panjang kendaraan beroda empat di antara anda dan mobil depan. 6. Hujan yang baru saja turun, umumnya jalan menjadi sungguh sulit dikuasai. Lumpur dan minyak di jalan yang kering sudah bercampur dengan air dan membentuk lapisan yang sungguh licin. 7. Belajar mengantisipasi Aquaplaning. Mobil akan terasa melayang di atas air bila air di depan ban mobil berkumpul lebih cepat ketimbang yang mampu didorong oleh berat mobil. Kondisi ini menciptakan kendaraan beroda empat terbang di atas air yang berada di antara ban dan permukaan jalan. Mobil langsung kehilangan kontak dengan permukaan jalan. Anda sekarang bisa terkena slip atau keluar dari lajur jalan. Jika anda merasakan kendaraan beroda empat terbang di atas air, jangan menginjak rem atau memutar kemudi secara medadak. Ini akan membuat mobil jadi slip. Sebaliknya, lepaskan injakan pada pedal gas hingga kecepatan mobil berkurang dan terasa cengkeraman ban pada permukaan jalan. Jika mobil di lengkapi ABS, injak rem secara wajar . Komputer di sistem rem akan memompa sendiri jikalau dibutuhkan. 8. Berhenti mengemudi bila merasa sungguh lelah sekurang-kurangnhya setiap berjam-jam sekali, atau setelah beberapa ratus kilometer. Anda juga semestinya berhenti saat hujan semakin lebat. Hujan yang lebat juga akan menambah beban penghapus beling (wiper), sehingga kaca depan senantiasa tertutup air. 9. Keringkan rem yang berair alasannya setelah lewat genangan air yang dalam, rem kendaraan beroda empat kemungkinan jadi basah. Tekan pedal rem sedikit untuk mengeringkannya.
Sumber https://pakgalingging.blogspot.com

Jumat, 07 Februari 2020

Kiat Bersihkan Kaca Lampu Mobil

Source: labtech.my.id Jika anda mempunyai kaca lampu mobil yang buram hal ini salah satu mengusik penampilan mobil, dan fungsinya di malam hari jadi menyusut. Padahal, cara bersihkan kaca lampu obil cukup gampang dan bisa dikerjakan sendiri. Tips-tips membersihkan kaca lampu adalah : - Sediakan bahan-materi pembersih mirip air, debu deterjen, dan pasir halus - Buka batok lampu mobil dan kedudukannya. Lalu sediakan materi-bahannya seperti air secukupnya, bubuk deterjen sebanyak dua sendok makan, dan pasir halus yang telah disaring sebanyak sejumput tangan. - Lalu, masukkan pasir halus tadi sidikit demi sedikit ke dalam batok lampu lewat lubang bohlam. Kemudian masukkan bubuk deterjen dan masukkan air. - Setelah materi-bahannya semua masuk ke dalam batok lampu, lalu diguncang-guncang. Lakukan cara tersebut beberapa dikala hingga seluruh bab dalam lampu higienis dari kotoran. - Setelah terlihat bersih semua dan beling terlihat bening, masukkan air dari slang dengan tekanan yang cukup untuk mengeluarkan deterjen dan pasir. Lakukan secara beberapa kali sampai dipastikan pasir dan deterjen telah tidak ada. - Lalu keringkan, pengeringan bisa dilaksanakan dengan dijemur. Kalau punya kompresor angin, semprot dulu sebelum dijemur. - Setelah kering, pasang kembali batok lampunya. Saran : Jika melaksanakan hal tersebut semestinya dilaksanakan pada siang hari, biar pemasangan beling lampu tidak berembun.
Sumber https://pakgalingging.blogspot.com

Tips Perawatan Kendaraan

Source: labtech.my.id Kendaraan bermotor ialah sebuah keperluan untuk mobilitas penduduk dalam beraktivitas sehari-hari, untuk itu mesti dirawat agar tidak cepat rusak dan kelak jika akan dijual maka nilai jualnya tidak anjlok. Berikut ini ada beberapa kiat dari labtech sarankan semoga kendaraan anda senantiasa prima: 1. Hindari pemanasan mesin yang terlalu usang, usahakan paling lama 5 menit, jika putaran mesin sudah stabil maka kendaraan sudah mampu anda laksanakan. 2. Atur putaran mesin secara maksimal, usahakan biar tidak terlampau rendah dan jangan terlalu tinggi 3. Usahakan jangan mengerjakan kendaraan dengan kecepatan/putaran mesin yang tinggi, jalankan saja kendaraan dengan kecepatan konstan. 4. Pada saat mengendarai anda tidak meletakkan kaki di atas pedal kopling, karena akan menimbulkan kampas kopling cepat aus. 5. Selalu cek dan jaga tekanan angin ban kendaraan, ukuran tekanannya sekali seminggu. 6. Ikuti jadwal perawatan pemeliharaan kendaraan mirip yang ada pada buku pedoman pemilik dan buku service.
Sumber https://pakgalingging.blogspot.com

Kamis, 06 Februari 2020

Mewaspadai Hydroplaning Saat Hujan

Source: labtech.my.id Penting untuk dikenang agar tidak melakukan akselerasi berlebihan, pengereman secara tiba-tiba, maupun membelokkan setir secara tajam. Benny Kurniajaya tak bisa melewatkan hujan wilayah DKI Jakarta di suatu malam pada Desember 2013. Pasalnya, guyuran air hujan yang begitu deras membuat Chairman PT Jakarta International Machinery Centre Perkasa (Jimac Perkasa) itu terpaksa pulang lebih larut dibanding lazimnya . ”Saya [dengan sopir] terpaksa berhenti sekitar 2 hingga 3 jam di Gunung Sahari dan sekitar Mangga Dua, Jakarta Pusat. Sampai jam 12 malam gres mampu pulang,” katanya, baru-gres ini. Jutaan liter hujan yang turun berakhir menjadi genangan air alias banjir. Seperti kebanyakan genangan di ruas jalan raya pasti akan menggangu kelangsungan lalu lintas kendaraan. Pedal gas lazimnya diinjak lebih sedikit semoga kecepatan berkurang. Banyak hal yang harus diwaspadai dikala berkendara di tengah cuaca hujan, pertama-tama yakni kontrol emosi. Kondisi macet, berdasarkan Benny, sangat mudah memancing rasa kesal. Secara langsung ia menyarankan, jikalau memungkinkan beraktivitas dengan sumbangan sopir seharusnya kerjakan itu. ”Kami menyarankan [jika memang bisa] janganlah kendarai kendaraan beroda empat sendiri, pakailah sopir. Agar dikala macet tidak cepat bosan. Kita sendiri mampu sembari tetap kerja,” ungkapnya. Setelah dapat menertibkan diri barulah beranjak kepada hal-hal teknis mengemudi. Howstuffworks.com melansir setidaknya ada lima hal yang paling dilarang dikala berkendara di tengah hujan deras. Perihal yang pertama ini mungkin terdengar klasik karena sungguh sering disebut. Ya, bagaimanapun memang semestinya jangan melaju menembus genangan air. Jangan paksakan menginjak pedal gas ketika Anda tahu terang di depan ada genangan air yang tak bisa dipastikan kedalamannya. Dengan kecermatan memilih ruas jalan, Benny mengaku belum pernah mengalami mogok karena menerabas banjir. Ada kalanya air yang menggenang tetap dilalui asalkan ketinggiannya kurang dari seperempat roda. ”Intinya, jikalau ada jalur lain carilah lainnya. [Karena dikala ada genangan] kita tidak bisa main terabas saja. Kalau memang masih bisa melalui maka jalanlan perlahan. Kalau genangan terlalu tinggi dan masih mampu cari jalan lain, carilah jalan alternatif,” katanya. Kemudian, jangan terlalu ’bersemangat’ menginjak pedal gas alias ngebut. Speedometer bertujuan menginformasikan kecepatan kendaraan biar pengemudi dapat tetap berada di ambang batas kondusif, utamanya selagi cuaca sedang tak erat. Ketika hujan deras ada bahaya hydroplaning yang mesti diwaspadai. Hydroplaning adalah hilangnya daya lekat permukaan ban dengan permukaan jalan alasannya terbentuknya lapisan film, sehingga pengendalian setir dan rem lebih sukar. Oleh alasannya itu, secepatnya minimalkan kecepatan ketika permukaan jalan mulai licin demi menghindari risiko slip saat mengerem. Penting untuk diingat supaya tidak melakukan akselerasi berlebihan pada jalan basah, pengereman mendadak, maupun membelokkan setir secara tajam. Salah satu kiat untuk menghindari terjadinya hydroplaning yaitu melaju perlahan. Ketika terjadi, pengendara semestinya tak menginjak rem secara mendadak sebab mengakibatkan tergelincir, atau mobil sampai terlempar.
Sumber https://pakgalingging.blogspot.com

Mencegah Kendaraan Beroda Empat Mogok Ketika Melintasi Banjir

Source: labtech.my.id Berkendara pada saat ekspresi dominan hujan selalu akan menemui genangan air bahkan banjir di jalan raya. Hal itu, mengakibatkan kemacetan, dan bisa membuat kendaraan mogok. Bagaimana caranya untuk menghindari dilema pada kendaraan saat melintasi genangan air. Berikut beberapa kiat berkendara yang perlu Anda perhatikan: Hindari genangan air atau banjir, waspadai pohon tumbang atau papan reklame. Jika telah terdapat gejala banjir, secepatnya evakuasi kendaraan beroda empat ke kawasan yang aman atau dongkrak mobil, bantalan dengan jackstand dan tutup knalpot. SBila terjebak banjir ketika mesin masih menyala, segera matikan mesin dan dorong kendaraan beroda empat ke tempat kondusif. Bila mobil sempat terendam air banjir, jangan pribadi menghidupkan mesin mobil anda. Jangan mengebut saat mengemudi di lokasi banjir biar terhindar dari cipratan berlebih di ruangan mesin yang memiliki peluang membuat mobil mogok. Gunakan gigi 1 kalau terpaksa harus menerjang banjir (mobil matik pindah ke L atau 1) alasannya beban mobil lebih berat dikala menerjang banjir. Anda tidak butuhterlalu khawatir soal knalpot alasannya knalpot telah dibentuk tidak akan kemasukan air selama mesin tetap menyala. Ketimbang mengamati knalpot, yang mesti diamati yaitu justru filter udara di ruang mesin. Bagian ini lebih rentan menciptakan mogok apabila kemasukkan air (cipratan dari menerjang banjir). Oleh alasannya adalah itu, perlahan saja saat melintasi banjir. Jika memungkinkan, hindari berhenti di tengah banjir alasannya adalah dikala kendaraan beroda empat berhenti, permukaan air akan naik ke ruang mesin. Jangan ngegas dikala melalui banjir alasannya filter udara kian besar lengan berkuasa menguras udara, yang bermakna kesempatanmenghisap air kian besar. Selalu siaga dan cermat pada keadaan jalan banjir. Tanpa Anda menyadarinya, justru yang membuat kendaraan beroda empat mogok terjangan ombak air dari kendaraan beroda empat lain. Setelah melewati genangan, jangan eksklusif mengebut. Tindakan ini cukup berbahaya karena kondisi rem masih sangat licin. Lalu bagaimana cara mengeringkan rem sehabis melewati genangan air? Cukup kerjakan rem kecil berulang hingga terasa menggigit kembali. Untuk mobil manual, usahakan menyingkir dari menginjak kopling ketika berada di genangan banjir. Menginjak kopling di genangan banjir menciptakan air masuk ke transmisi sehingga bisa merusak transmisi sebab oli bercampur air. Jika Anda belum familiar dengan jalan yang dilewati dikala ini, usahakan jangan melintas pinggir atau tepi jalan alasannya kemungkinan terdapat selokan atau pembatas.
Sumber https://pakgalingging.blogspot.com