Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Februari 2021

Otot Lurik, Otot Polos, & Otot Jantung: Perbedaan & Contohnya


Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh (baik manusia maupun hewan) yang berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang.





Otot diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yaitu otot lurik, otot polos, dan otot jantung. Otot berpengaruh terhadap pergerakan organisme maupun pergerakan dari organ dalam organisme.





Silakan simak penjelasan dari 3 otot tersebut berikut.






Otot Lurik (Striated Muscles)





Otot Lurik




Otot lurik adalah otot yang mempunyai tampilan lurik antara gelap dan terang yang berseling. Otot lurik terletak menempel pada bagian rangka manusia atau hewan sehingga otot ini sering disebut sebagai otot rangka.





Otot lurik terletak menyebar hampir di seluruh bagian tubuh manusia atau hewan. Otot lurik bekerja di bawah kesadaran, artinya otot ini digerakan secara sadar oleh manusia maupun hewan.





Otot ini mudah mengalami kelelahan karena adanya asam laktat yang menumpuk di sel otot lurik ini.





Contoh Otot Lurik : Otot betis, otot paha, otot perut, dan lengan.





Otot Polos (Smooth muscle)





Otot Polos




Otot polos masuk ke dalam kategori otot tak sadar atau refleks.





Otot polos merupakan otot yang jaringannya terbentuk dari sel-sel otot dan bentuk otot polos seperti gelendong, dimana kedua ujungnya meruncing serta bagian tengahnya menggelembung.





Otot polos membentuk lapisan pada alat-alat dalam tubuh, misalnya dinding usus, pembuluh darah, saluran kelamin, dan dinding rahim. Oleh karena itu, otot polos dikenal juga sebagai otot alat-alat dalam.





Otot polos bekerja tidak menurut perintah otak, sehingga otot polos disebut juga otot tak sadar (otonom).





Contoh Otot Polos : Otot lambung, otot usus, dan otot nadi





Otot Jantung (Cardiac muscle)





Otot Jantung




Otot jantung adalah otot yang membentuk jantung. Otot Ini merupakan jenis otot lurik dengan segmen berubah-ubah dari serat protein tebal dan tipis yang sering disebut miosin dan aktin masing-masing menyebabkan striasi ini.





Otot jantung berfungsi memompa jantung untuk mengedarkan darah keseluruh bagian tubuh.





Keistimewaan utama dari otot jantung adalah selalu menjalani proses kontraksi dan relaksasi tanpa tanpa henti karena pasokan yang sangat tinggi oksigen.





Otot-otot jantung terdiri dari sel-sel otot jantung yang sering disebut kardiomiosit. Dalam setiap kardiomiosit, ada satu atau dua inti, namun terkadang ditemukan tiga hingga empat inti dalam satu sel.





Contoh Otot Jantung : Otot jantung terdapat pada jantung





Perbedaan Antara Otot Lurik, Otot Polos, Otot Jantung





Perbedaan Otot Lurik Polos Jantung




PerbedaanOtot LurikOtot PolosOtot Jantung
LetakMenyusun otot yang melekat pada tulang rangkaMenyusun alat-alat dalam, contohnya dinding usus & pembuluh darahMenyusun otot pada dinding jantung
Bentuk SelSel bulat memanjang, ada banyak inti terletak di tepiUjung sel meruncing, terdapat 1 inti di tengahBulat memanjang dengan ujung bercabang, ada banyak sel terletak di tengah
Kontrol SarafOtot sadar (kontraksi dikontrol oleh sistem saraf sadar)Otot tak sadar (kontraksi tidak dikontrol oleh sistem saraf sadar)Otot tak sadar
Kecepatan ReaksiCepatLambatLambat
Sifat KerjaCepat lelahTidak cepat lelahTidak cepat lelah




Demikianlah pembahasan tentang otot lurik, otot polos, dan otot jantung, Semoga bermanfaat.





Pelajari Lebih Lanjut





Jaringan Otot





Tulang Atas dan Fungsinya





Respirasi Anaerob





Metamorfosis Kupu-Kupu





Kingdom Protista



Sumber gini.com

Rabu, 03 Februari 2021

Angiospermae: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contohnya


Kali ini kita akan membahas tentang angiospermae mulai dari pengertian, ciri-ciri, dan contohnya. Langsung saja penjelasannya berikut.






Pengertian Angiospermae





Angiospermae adalah tumbuhan berbiji tertutup. Sedangkan tumbuhan berbiji terbuka disebut gymnospermae.





Angiospermae dibedakan menjadi 2 yaitu dikotil dan monokotil. Dikotil adalah tumbuhan yang memiliki biji terbelah sedangkan monokotil adalah tumbuhan yang memiliki biji tunggal.





Angiospermae mencangkup semua tumbuhan yang mempunyai bunga dan menghasilkan biji tertutup di dalam sebuah karpel. Karpel adalah daun yang dimodifikasi membungkus benih lalu berkembang menjadi buah.





Angiospermae




Klasifikasi Tumbuhan Biji Tertutup (Angiospermae)





Klasifikasi tumbuhan biji tertutup antara lain sebagai berikut:





KlasifikasiDetail
AmborellaSemak kecil yang hanya ada di Kaledonia Baru.
Austrobaileyalestumbuhan adas/pekak (star anise)
CeratophyllumBeberapa tumbuhan akuatik yang sering digunakan untuk penghias akuarium
ChloranthalesBeberapa tumbuhan aromatis yang memiliki daun bergerigi
EudicotsTumbuhan yang memiliki dua kotiledon sejati seperti kacang polong, mawar, bunga matahari, apel, buncis
MagnoliidsBunga magnolia dan black pepper
MonocotsTumbuhan yang memiliki satu kotiledon seperti padi, jagung, kelapa, anggrek
NymphaealesTeratai (hidup di air).




Ciri-Ciri Angiospermae





Ciri-ciri angiospermae antara lain sebagai berikut:





Nama BagianCiri-ciri
AkarSerabut dan tunggang
Alat reproduksiBunga(secara generatif dan vegetatif)
Bakal bijidititp daun buah
BatangAda yang mempunyai kambium Ada juga yang tidak berkambiumAda yang Bercabang Ada juga yang tidak bercabang
BijiTerlindungi oleh bakal buah
BungaMempunyai kelopak, mahkota, benang sari dan putik Tersusun dari sporofil dan bagian-bagiannya
Daun umumnya lebar (pipih), tunggal atau majemukTulang daun bisa lurus, menjari, atau menyirip
FloemDengan sel-sel pengiring
Habitat pohon, herba, perdu, atau semak
PembuahanGanda, berlangsung dengan waktu singkat
PutikBakal biji didalamnya tidak tampak
Ukuran tubuhBervariasi
Xylem Terdiri dari trakeida dan trakea




Contoh Angiospermae





Karet (Hevea brasilliensis)





Taksonomi :





KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
SubdivisiAngiospermae
KelasDicotiledonae
OrdoEuphorbiales
FamiliEuphorbiaceae
GenusHevea
SpesiesHevea brasilliensis




Penyebaran :





Sering ditemukan di wilayah tropis di Asia, Afrika Selatan dan Amerika.





Morfologi Tumbuhan :





Memiliki ketinggian sekitar 25 meter dengan diameter yang besar.





Habitat :





Karet tumbuh dengan curah hujan 2500-4000 mm/tahun dengan keadaan tanah bertekstur gembur dan mengandung bahan organik dan permukaan air tanah cukup dalam sekitar 1.5-2 meter.





Terkadang, faktor habitat bisa mempengaruhi kualitas tumbuhan karet serta bisa mempengaruhi tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab.





Manfaat Tumbuhan :





Tumbuhan karet dapat menghasilkan getah yang digunakan dalam industri ban, cat, makanan. Pada produk kayu batangnya bisa digunakan untuk industri kayu, furniture dan perkayuan.





Pelajari Lebih Lanjut





Tumbuhan Paku





Metamorfosis Kupu-Kupu





Tulang Atas dan Fungsinya





Respirasi Anaerob





Otot Lurik, Otot Polos, & Otot Jantung



Sumber gini.com

Senin, 01 Februari 2021

Mikroskop: Pengertian, Fungsi, Bagian-bagian, dan Cara Menggunakan


Ada banyak jenis alat optik, salah satunya adalah mikroskop. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang mikroskop. Mari mengenal mikroskop lebih jauh melalui pembahasan berikut.





Bagian Bagian Mikroskop





Pengertian Mikroskop





Mikroskop adalah alat optik yang berguna untuk membantu melihat atau mengamati benda-benda berukuran sangat kecil (mikro) sehingga tidak mampu dilihat dengan mata telanjang.





Kata “mikroskop” berasal dari bahasa latin yakni “mikro” (kecil) dan kata “scopein” (melihat). Mikroskop mampu memperbesar tampilan sampai 1000 kali lipat.





Mikroskop ditemukan oleh Anthony Van Leewenhoek.





Fungsi Mikroskop





Fungsi utama mikroskop adalah untuk melihat atau mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil (mikro) yang tidak dapat dilihat menggunakan mata telanjang.





Ada juga beberapa jenis mikroskop yang dibuat untuk mengamati objek dengan menghasilkan bayangan yang lebih detail.





Bagian Bagian Mikroskop





Secara umum, bagian mikroskop terbagi ke dalam 2 kelompok, yaitu bagian optik dan bagian non optik (mekanik).





Mikroskop




a. Bagian – Bagian Optik Mikroskop





Bagian optik mikroskop terdiri dari lensa okuler, lensa objektif, kondensor, diafragma, dan cermin. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya berikut.





Nama BagianLetakFungsi
Lensa OkulerBagian ujung atas tabung mikroskopMemperbesar kembali bayangan yang dihasilkan lensa objektif. Perbesarannya sekitar 6, 10 atau 12 kali
Lensa ObjektifDekat dengan objek yang diamatiUmumnya ada 3 lensa objektif, dengan perbesaran 10, 40, atau 100 kali
CerminDi bawah meja bendamenerima dan mengarahkan cahaya yang diterima oleh mikroskop
KondensorDi bawah meja benda, dapat diputar, baik naik atau turunmengumpulkan cahaya yang dipantulkan oleh cermin dan memusatkannya ke objek
DiafragmaDi bawah meja benda dan di atas cerminmengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk dan mengenai preparat atau objek yang diamati




b. Bagian – Bagian Non-Optik (Mekanik) Mikroskop





Bagian non optik mikroskop terdiri dari revolver, tabung mikroskop, lengan mikroskop, meja benda, makrometer, mikrometer, dan kaki mikroskop. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasannya berikut.





Nama BagianFungsi
Revolvermengatur perbesaran lensa objektif
Tabung Mikroskopmenghubungkan lensa objektif dan lensa okuler
Lengan Mikroskoptempat memegang mikroskop
Meja Bendatempat meletakkan objek yang diamati, dilengkapi dengan penjepit agar objek tetap di tempat
Makrometer (pemutar kasar)menaikkan atau menurunkan tabung dengan cepat, untuk mengatur kejelasan gambaran objek
Mikrometer (pemutar halus)menaikkan atau menurunkan tabung secara pelan, untuk mendapatkan kejelasan gambaran objek
Kaki Mikroskoppenyangga agar mikroskop tetap pada tempat yang diinginkan. Juga berguna sebagai tempat memegang mikroskop




Cara Menggunakan Mikroskop




Cara Menggunakan Mikroskop





Ada beberapa langkah dalam menggunakan mikroskop, berikut penjelasannya:





  1. Siapkan objek yang akan diamati
  2. Letakkan mikroskop dalam permukaan yang datar.
  3. Atur lensa objektif dengan fase lebih rendah dengan revolver. Dekatkan dengan sumbu pengamatan agar cahaya masuk pada lensa okuler.
  4. Untuk mikroskop jenis monikuler, gunakan lensa okuler dengan 1 mata.
  5. Untuk mikroskop binokuler, silakan menggunakan 2 mata.
  6. Hidupkan pencahayaan dan atur cermin untuk menghasilkan gambar yang bagus
  7. Buka diafragma dengan tuas dan atur lubang agar gambar tidak terlalu terang atau terlalu gelap
  8. Atur makrometer searah dengan jarum jam
  9. Letakkan objek pada meja benda
  10. Naikkan meja benda mendekati lensa objektif hingga berjarak sekitar 0.5 cm menggunakan makrometer.
  11. Perhatikan gambar objek yang ditampilkan
  12. Salin gambar yang dihasilkan jika diperlukan dalam laporan




Demikian pembahasan tentang mikroskop. Semoga bermanfaat.





Pelajari Lebih Lanjut





Sistem Gerak Pada Manusia





Tulang Hasta





Jaringan Tumbuhan





Tulang Pergelangan Tangan





Sel Tumbuhan



Sumber gini.com

Minggu, 31 Januari 2021

Sel Tumbuhan: Pengertian, Bagian, Fungsi, Karakteristik, dan Jenis


Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup. Dalam sel terdapat protoplasma yang tersusun atas karbohidrat, lemak, protein, dan asam nukleat. 





Sel merupakan kesatuan struktural, kesatuan fungsional, kesatuan pertumbuhan, kesatuan hereditas, dan kesatuan reproduksi makhluk hidup.





Secara struktural sel merupakan penyusun makhluk hidup bagian dari sel meliputi membran plasma, nukleus, dan sitoplasma.






Pengertian Sel Tumbuhan





Sel tumbuhan merupakan kelompok sel eukariotik, yaitu kelompok sel yang mempunyai materi genetik (DNA) yang dibaluti atau dibungkus oleh membran.





Sel tumbuhan mempunyai struktur yang berbeda dengan dengan sel eukariotik lain.





Sel tumbuhan berbentuk kaku. Bentuk ini didapatkan dari dinding sel yang berada paling luar di sel tumbuhan. Dinding sel tersusun atas senyawa selulosa, pektin, hemiselulosa, dan lignin yang akan menguatkan struktur tumbuhan.





Sel tumbuhan mempunyai dinding sel yang berkembang dengan baik dan vakuola besar, sedangkan sel hewan tidak mempunyai struktur tersebut. Namun, pada sel hewan terdapat sentriol dan filamen tengah yang tidak ada di sel tumbuhan.





Ciri khas sel tumbuhan yaitu terdiri dari organel dan sitoplasma, dimana semua organel (kecuali inti sel atau neukleus) dan struktur subselular yang ada di dalam sitoplasma akan tertutup oleh membran sel atau dinding sel sebagai lapisan pelindung.





Sel Tumbuhan




Bagian Dan Fungsi Sel Tumbuhan





Nama BagianPengertianFungsi
Nukleus (inti sel)organel sel yang sangat unik dan pentingTempat utama sel untuk menyimpan kromosom (komponen genetik) dari sel tertentu. Mengkoordinasi proses metabolisme seperti pemblahan sel, pertumbuhan sel, serta sintesis protein.
Plastida (kloropas)organel yang mempunyai bentuk yang sangat menonjolmembawa pigmenMembantu proses fotosintesis
Ribosomorganel sel yang bentuknya kecil yaitu berupa butiran nukleoproteinmemproduksi dan mensintesis zat protein yang ada dalam sel
Mitokondriaorganel besar yang berbentuk bulat batang yang ada di dalam sitoplasma sel tumbuhanmemecah karbohidrat kompleks dan gulasebagai pasokan energi ke sel tumbuhantempat respirasi aerop dalam pembentukan ATPpembangkit tenaga listrik sel
Badan golgi (aparatus golgi)kumpulan vesikel pipih yang memiliki bentuk sisternae atau berbentuk kantong pipihmerubah dan mempersiakan zat kimia di dalam untuk mengekspor keluar sel
Retikulum Endoplasmaorganel penghubung antara inti (nukleus) dengan sitoplasma di dalam sel tumbuhanpengangkut sintetis lemak dan steroittempat menyimpan fospolipid, steroid, glikolipidmenjalankan detoksifikasi drug dan racun
Vakuolamembrantempat penyimpananmengatur tekanan tugorekskreasi produk limbah dan pencernaan instraselullar molekul kompleks
Peroksisom Badan Mikroorganel sitoplasma dari sel tumbuhan yang mempunyai kandungan enzim oksidatif tertentumemecahkan asam lemak menjadi gula membantu kloropas dalam proses fotorespirasi.




Karakteristik Sel Tumbuhan





Sel tumbuhan memiliki bagian-bagian khusus yang membedakannya dengan sel hewan atau sel eukariot yang lain. Berikut adalah organel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan:





  • Sebuah vakuola berukuran besar yang volumenya dipenuhi oleh air dan dilapisi oleh membran yang disebut tonoplas.
  • Dinding sel terdiri dari selulosa, hemiselulosa, pektin, dan beberapa mengandung lignin. Dihasilkan oleh protoplas di luar membran sel.
  • Jalur komunikasi khusus antar sel yang dikenal sebagai plasmodesmata yang berupa pori-pori di dinding sel yang menghubungkan plasmalema di sel satu ke retikulum endoplasma di sel lain.
  • Plastida yang terdiri dari kloroplas, kromoplas, dan leukoplas.
  • Pembelahan sel dilakukan dengan pembentukan phragmoplas sebagai dasarnya.
  • Tidak terdapat flagela dan sentriol yang biasanya terdapat di dalam sel hewan.




Jenis Jenis Sel Tumbuhan





1. Sel parenkim





Sel parenkim adalah sel yang memiliki fungsi penyimpanan, pendukung fotosintesis, tempat berikatnya floem.





Sebagian besar sel parenkim memiliki fungsi penyimpanan. Beberapa sel parenkim berfungsi untuk penetrasi cahaya dan mengatur pertukaran gas.





Sel parenkim yang mengandung banyak kloroplas dan berperan penting dalam proses fotosintesis disebut sel klorenkim.





Sel parenkim memiliki dinding sel yang tipis dan permeabel yang memungkinkan pengangkutan molekul kecil di dalamnya.





Sel parenkim dapat tumbuh menjadi duri yang mencegah hewan herbivora memakannya.





2. Sel kolenkim





Sel kolenkim hidup saat sudah dewasa dan hanya memiliki sebuah dinding primer.





Dinding ini tebal di bagian sudutnya di mana 3 atau lebih sel saling bersentuhan dan tipis di bagian yang hanya terdapat 2 sel yang bersentuhan.





Sel-sel ini sudah matang dan berasal dari meristem yang awalnya menyerupai sel parenkim.





Sel kolenkim biasanya cukup memanjang dan melintang. Tujuannya adalah untuk memberikan fleksibilitas. Dinding selnya tidak mengandung lignin sehingga menjadi kaku.





Pektin dan hemiselulosa adalah kandungan utama dinding sel kolenkim dari tumbuhan berbiji terbuka (angiosperma).





Plastidanya tidak berkembang dan organel sekretorik (retikulum endoplasma dan badan golgi) berproliferasi untuk mengeluarkan dinding primer tambahan.





3.  Sel sklerenkim





Sel sklerenkim adalah sel yang keras dan tangguh yang memberikan kekuatan pada tumbuhan, terdiri dari sklereid dan serat.





Kedap air, karena terdapat dinding sekunder yang mengandung lignin, sehingga sel-sel ini tidak dapat bertahan lama karena tidak dapat melakukan pertukaran zat untuk melakukan metabolisme.





Sel sklerenkim biasanya akan mati pada waktu tertentu, sitoplasma akan hilang, dan meninggalkan rongga kosong.





4. Sel xilem





Sel xilem adalah sel yang mengalami lignifikasi dinding sel, berfungsi untuk mengangkut air dan zat hara dari tanah / akar menuju daun untuk melakukan fotosintesis.





5. Sel floem





Sel floem adalah sel penyusun jaringan khusus untuk transportasi zat-zat makanan pada tumbuhan tingkat tinggi.





Sel floem terdiri dari 2 jenis sel yaitu tabung saringan dan sel pendamping. Pada tabung saringan tidak terdapat inti sel dan ribosom, serta metabolismenya diatur oleh sel pendamping. Sedangkan sel pendamping terhubung ke tabung saringan melalui plasmodesmata.





6. Sel epidermis





Sel epidermis tanaman adalah sel parenkim khusus yang terdapat di seluruh permukaan daun, batang, dan akar.





Perbedaan Sel Tumbuhan dengan Sel Hewan





Sel TumbuhanSel hewan
Memiliki dinding selTidak memiliki diinding sel
Memiliki vakuola berukuran besarMemiliki vakuola berukuran kecil
Memiliki plastida(kloroplas, kromoplas, dan leukoplasTidak memiliki plastida
Tidak memiliki sentriolMemiliki sentriol




Demikian Pembahasan Tentang Sel Tumbuhan. Semoga Bermanfaat





Pelajari Lebih Lanjut





Angiospermae





Tumbuhan Paku





Otot Lurik, Otot Polos, & Otot Jantung





Respirasi Anaerob





Tulang Atas dan Fungsinya



Sumber gini.com

Rabu, 20 Januari 2021

Tumbuhan Paku: Pengertian, Ciri-ciri, dan Jenisnya


Tumbuhan Paku Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, dan Contoh Gambar





Kali ini kita akan membahas mengenai pengertian tumbuhan paku, jenis, ciri-ciri, dan contoh.





Simak penjelasan berikut ini.






Pengertian Tumbuhan Paku





Tumbuhan paku memiliki sistem pembuluh sejati (Tracheophyta), meskipun tumbuhan ini tidak menghasilkan biji untuk berkembang biak.





Tumbuhan paku juga dikenal dengan nama paku-pakuan atau pakis-pakisan.





Tumbuhan paku banyak yang tumbuh menumpang pada tumbuhan lain misalnya sawit.





Tetapi tumbuhan paku dalam jumlah sedikit tidak akan menjadi parasit bagi tumbuhan lain.





Tumbuhan ini dapat hidup hampir di seluruh area, kecuali pada area bersalju.





Walaupun berkembang biak tidak menggunakan buah atau bunga penyebaran, tetapi tumbukan ini bisa hidup dengan hanya tunas.





Tumbuhan Paku




Ciri-Ciri Tumbuhan Paku





Berikut ini beberapa ciri-ciri tumbuhan paku antara lain:





  • Tidak mempunyai biji
  • Memiliki akar (serabut), batang dan daun (Daun muda menggulung).
  • Tidak berbunga
  • Memiliki klorofil
  • Ukuran bervariasi
  • Cara hidup epifit dan sprofit
  • Memiliki pembuluh angkut xilem dan floem.
  • Bentuk tumbuhan ada yang bercabang dan ada juga yang tidak
  • Sebagian besar hidupnya menumpang pada tumbuhan lain
  • Mengalami metagenesis (pergiliran keturunan), yaitu tahap sporofit (menghasilkan spora) dan gametofit (menghasilkan sel kelamin).
  • Beberapa jenis tumbuhan paku (seperti anggota Salviniales dan Selaginellales) memiliki spora jantan yang berukuran lebih kecil (disebut mikrospora) dibandingkan spora betina (megaspora atau makrospora).




Jenis-jenis Tumbuhan Paku





Berikut ini beberapa jenis tumbuhan paku diantaranya :





1. Subdivisi Lycopsida (Paku Kawat)





Tumbuhan Paku Kawat Subdivisi Lycopsida




Subdivisi Lycopsida adalah tumbuhan paku heterospora yang menghasilkan dua jenis spora yaitu mikrospora dan makrospora.





Tumbuhan ini biasanya di sebut paku kawat atau paku rambut karena memiiki daun yang sangat kecil.





Subdivisi Lycopsida contohnya adalah tanaman Lycopodium cernuum (paku kawat) serta Selaginella (paku rane).





Ciri – ciri Lycopsida





  • Memiliki akar, batang, daun sejati
  • Daun berbentuk rapat dan kecil – kecil
  • Menempel pada tumbuhan lain (pohon)
  • Memiliki dua jenis sporangium pada paku rane atau Selaginella, yaitu makrosporangium dan mikrosporangium




2. Paku Berdaun Makrofil





Paku Berdaun Makrofil




Tumbuhan paku berdaun makrofil adalah tanaman paku yang mempunyai daun yang sangat lebar.





Tumbuhan ini sangat mudah dijumpai di berbagai tempat.





Ciri – ciri paku berdaun makrofil





  • Memiliki bentuk daun yang besar-besar.
  • Memiliki tulang daun serta daunnya bercabang.
  • Pada daunnya terdapat tangkai
  • Tanaman paku berdaun makrofil telah memiliki diferensiasi sel




3. Subdivisi Pteropsida





Tumbuhan Paku Subdivisi Pteropsida




Subdivisi Pteropsida adalah tumbuhan paku sejati yang disebut tumbuhan pakis. Tumbuhan ini dapat hidup di daerah tropis dan sub tropis.





Berdaun lumayan lebar di bandingkan dengan tumbuhan paku yang lain.





Contoh tanaman subdivisi Pteropsida adalah Adiantum cuneatum (suplir), Asplenium nidus (paku sarang kuda), danMarsilea crenata (semanggi).





Ciri – ciri Pteropsida





  • Batangnya tumbuh di atas permukaan tanah (tegak) juga terbenam dibawah permukaan tanah (rimpang atau rhizome)
  • Homospora / isospora
  • Spora – spora ini berkumpul dan terletak di bawah daun
  • Penyebaran spora ke berbagai daerah baru dibantu oleh angin
  • Dalam pembuahan membutuhkan air untuk sel telur dan sperma




4. Subdivisi Sphenopsida





Tumbuhan Paku Subdivisi Sphenopsida




Subdivisi sphenopsida adalah tumbuhan paku yang hidup di daerah tropis sering di sebut paku ekor karena memiliki ekor panjang.





Contoh dari Subdivisi sphenopsida adalah Equisetum palustre.





Ciri – ciri sphenopsida





  • Heterospora
  • Batangnya tumbuh tegak ke atas
  • Tumbuh di daerah rawa atau lembab
  • Kandungan silika sangat banyak pada batang




5. Subdivisi psilopsida (paku purba)





Tumbuhan Paku Purba Subdivisi Psilopsida




Psilopsida adalah tumbuhan paku yang mempunyai susunan cukup sederhana. Tanaman ini berupa ranting yang bercabang-cabang.





Terdapat bulu-bulu halus yang menyelimuti, berakar serabut halus biasa di sebut akar semu berfungsi juga sebagai perekat pada tumbuhan lain.





Contoh tumbuhan paku ini adalah subdivisi psilopsida ini adalah Psilotum nudum.





Ciri – ciri Psilopsida





  • Homospora
  • Berdaun mikrofil dan batangnya berklorofil
  • Tak memiliki daun sejati
  • Hidup di daerah beriklim tropis dan subtropis




Demikian pembahasan mengenai pengertian tumbuhan paku, ciri-ciri, jenis, dan contoh. Semoga bermanfaat.





Pelajari Lebih Lanjut





Sel Tumbuhan





Angiospermae





Jaringan Hewan





Jaringan Epitel





Kingdom Animalia



Sumber gini.com

Selasa, 19 Januari 2021

Jaringan Hewan: Pengertian, Struktur, dan Ilustrasi


Pertemuan kali ini kita akan membahas mengenai jaringan hewan mulai dari pengertian, struktur, gambar dan contohnya.





Simak penjelasan berikut ini.






Pengertian Jaringan Hewan





Jaringan hewan adalah kumpulan sel yang sama, memiliki fungsi yang sama, membentuk sebuah jaringan organ hewan.





Struktur jaringan hewan mirip dengan manusia namun ada beberapa bagian yang membedakan. Di bawah ini akan kita bahas pada struktur jaringan hewan.





Jaringan Hewan




Pada hewan terdapat 4 jaringan yang membentuk struktur jaringan. Jaringan tersebut yaitu jaringan saraf. Jaringan otot, Jaringan ikat, dan Jaringan epithelium.





Struktur Jaringan Hewan





1. Jaringan Saraf





Jaringan Saraf Hewan




Jaringan saraf adalah jaringan yang membentuk sistem saraf. Hewan juga memiliki saraf untuk keinginannya bergerak seperti manusia.





Sistem saraf sangat peka akan keadaan sekitar, sehingga saraf akan mengendalikan otot gerak hewan dalam sehari-hari.





Jaringan saraf terdiri dari sel saraf yang di sebut neuron.





Untuk kelangsungan hidupnya, neuron mendapatkan suplai makanan melalui neuroglia yang terdapat disekitarnya.





Neuron terdiri dari badan sel, dendrite dan neurit (akson).





2. Jaringan Otot





Jaringan Otot Hewan




Jaringan otot pada hewan sama seperti jaringan otot pada manusia.





Jaringan otot berupa sel dan serat yang tersusun bertugas menggerakkan anggota tubuh.





Dalam proses geraknya ada yang sadar dan ada yang tidak sadar.





Serat otot mengandung flamen (benang) aktin dan myosin.





Aktin dan myosin ini merupakan kontraktil yang member kemampuan untuk memanjang dan memendekkan otot.





Jaringan otot terbagi menjadi 3 yaitu jaringan otot jantung, otot polos, dan otot lurik.





a. Otot Polos





Sel-sel otot polos berbentuk seperti gelendong dengan panjang antara 20-500 milimikron. Inti selnya hanya satu dan terletak pada bagian tengah sel.





Kontraksi otot polos dipengaruhi oleh saraf-saraf yang berasal dari sistem saraf otonom.





b. Otot Lurik (otot rangka)





Otot lurik adalah otot yang membentuk daging pada tubuh hewan.





Otot ini tersusun silindris dan sangat panjang tapi tidak mempunyai cabang pada ujungnya.





Bergerak dibawah kesadaran. Sehingga jika digunakan terus menerus otot ini akan mengalami kelelahan.





Sel-selnya mengandung saraf-saraf yang berasal dari system saraf pusat. Otot lurik dapat berkontraksi secara cepat dan kuat.





Otot-otot lurik dapat anda temukan pada sebagian besar otot rangka.





c. Otot Jantung





Otot jantung merupakan gabungan dari otot lurik dan otot polos.





Otot jantung, keadaan susunannya memperlihatkan susunan otot lurik, tetapi cara kerjanya seperti otot polos yaitu berkontraksi secara ritmis dan otomatis.





3. Jaringan Ikat





Jaringan Ikat Hewan




Jaringan ikat adalah jaringan berdasarkan bentuk, letak dan strukturnya.





Jaringan ini berfungsi sebagai penghubung antar jaringan, penunjang tubuh, berperan dalam suhu tubuh, dan mekanisme pertahanan regenerasi.





Ciri mendasar jaringan ini adalah terdiri dari bahan interseluler yaitu diantara sel yang di sebut matriks.





Matrik ini berupa serat-serat yang tidak teratur bentuknya.





4. Jaringan Epithelium





Jaringan Epitel Hewan




Jaringan epithelium adalah jaringan yang menutupi dan membatasi pemukaan batang tubuh yang meliputi organ, rongga dan saluran yang terletak didalam tubuh.





Epithelium pipih berfungsi melindungi dan membungkus jaringan yang terletak di bawahnya.





Jaringan epithelium juga berfungsi menerima rangsang pada indera hewan.





Demikian penjelasan mengenai pengertian jaringan hewan pengertian struktur, gambar, dan contoh.





Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan anda dan bisa membantu anda dalam mempelajari ilmu biologi.





Pelajari Lebih Lanjut





Jaringan Epitel





Jaringan Otot





Kingdom Animalia





Metamorfosis Katak





Tumbuhan Paku



Sumber gini.com

Senin, 18 Januari 2021

Nama Latin Tumbuhan: Buah, Bunga, Keras, Hias, Obat, Rempah, Umbi, Biji


Bahasa Latin adalah Bahasa yang digunakan sebagai Pengantar dalam Pendidikan Tinggi pada zaman dulu, sehingga banyak Ilmuwan yang menggunakan Bahasa Latin dalam pembahasan sebuah Tumbuhan.





Bahasa latin berfungsi dalam penamaan sebuah Binominal (Binominal Nomenklatur) untuk memudahkan deteminasi, yaitu menentukan & memastikan suatu makhluk hidup.





Berikut adalah daftar beberapa nama latin tumbuhan berdasarkan jenisnya.






Nama Latin Tumbuhan Buah





Nama Latin Tumbuhan Buah




Buah ialah organ dari tumbuhan berbunga yang merupakan hasil perkembangan lanjutan dari ovarium (bakal buah). Buah melindungi dan membungkus biji.





Berbagai bentuk buah tidak lepas dengan fungsi utamanya, yaitu sebagai pemencar biji tumbuhan.





Berikut adalah daftar beberapa nama latin buah.





Nama TumbuhanNama Latin
Alpukat Persea americana
Apel Pyrus malus
Belimbing Manis Averrhoa carambola
Belimbing Wuluh Averrhoa bilimbi
Ceremai Phyllanthus acidus
Delima Punica granatum
Durian Durio zibethinus
Duwet Syzygium cumini
Gayam Inocarpus fagiferus
Jambu Air Eugenia aquea
Jeruk Manis Citrus sinensis
Jeruk Nipis Citrus aurantifolia
Kasturi Mangifera casturi
Kawista Limonia acidissima
Kedoya Dysoxylum gaudichaudianum
Kemang Mangifera kemanga
Kelapa Cocos nucifera
Kepa Syzygium polycephalum
Kepel Stelechocarpus burahol
Kersen Muntingia calabura
Korma rawa Phoenix paludosa
Lontar Borassus flabellifer
Mangga Mangifera indica
Manggis Garcinia mangostana
Matoa Pometia pinnata
Menteng Baccaurea racemosa
Mundu Garcinia dulcis
Nam Nam Cynometra cauliflora
Nangka Artocarpus heterophyllus
Pisang Musa paradisiaca
Pepaya Carica papaya
Rambutan Nephelium lappaceum
Salak Salacca zalacca
Sawo Kecik Manilkara kauki
Sawo Manila Manilkara zapota




Nama Latin Tumbuhan Bunga dan Tanaman Hias





Nama Latin Tumbuhan Bunga Tanaman Hias




Tanaman hias merupakan salah satu pengelompokan bunga berdasarkan fungsi tanaman hortikultura. Bagian yang digunakan tidak hanya bunganya saja, namun nuansa keindahan yang dihadirkan oleh tanaman hias.





Berikut adalah daftar beberapa nama latin tanaman hias dan bunga.





Nama TumbuhanNama Latin
Anggrek Bulan Phalaenopsis amabilis
Anggrek Hitam Coelogyne pandurata
Anggrek Tebu Grammatophyllum speciosum
Bunga Bangkai Amorphpophallus titanium
Cempaka Putih Michelia alba
Cempaka Kuning Michelia champaka
Cempaka Telor Magnolia coco
Edelweis Jawa Anaphalis javanica
Kenanga Cananga odorata
Melati Gambir Jasminum pubescens
Melati Putih Jasminus sambac
Nibung Oncosperma tigillarium




Nama Latin Tumbuhan / Tanaman Keras





Nama Latin Tumbuhan Keras




Tanaman keras merupakan istilah pertanian untuk penamaan kelompok tanaman perkebunan yang bersifat tahunan, yaitu kelompok tanaman yang memiliki masa produksi hingga 20 tahun atau lebih.





Berikut adalah daftar nama latin tumbuhan / tanaman keras.





Nama TumbuhanNama Latin
Ajan Kelicung Diospyros macrophylla
Andalas Morus macroura
Baobab Adansonia Digitata
Bintaro Cerbera manghas
Eboni Diospyros celebica
Gaharu Aquilaria moluccensis
Gandaria Bouea macrophylla
Jati Tectona grandis
Karet Hevea braziliensis
Kapuk Randu Ceiba pentandra
Kenari Canarium ovatum
Kendal Cordia bantamensis
Kepuh Sterculia foetida
Kokoleceran Vatica bantamensis
Limpasu Baccaurea lanceolata
Maja Aegle marmelos
Majegau Dysoxylum densiflorum
Nagasari Palaquium rostratum
Trembesi Albizia saman Sin. Samanea saman




Nama Latin Tumbuhan / Tanaman Obat





Nama Latin Tumbuhan Tanaman Obat




Tanaman obat merupakan tanaman yang mengandung khasiat obat dan sering dipakai sebagai obat untuk penyembuhan maupun pencegahan berbagai penyakit.





Berikut adalah daftar beberapa nama latin tanaman obat.





Nama TumbuhanNama Latin
Ciplukan Physalis angulata
Gambir Uncaria gambir
Mengkudu Morinda citrifolia
Sirih Piper betle
Zodia Evodia suaveolens




Nama Latin Tumbuhan Rempah





Nama Latin Tumbuhan Tanaman Rempah Rempah




Rempah merupakan bagian tumbuhan yang berasa atau beraroma kuat dan digunakan dalam jumlah kecil pada pengolahan makanan baik sebagai pengawet maupun sebagai perisa dalam masakan.





Rempah dibedakan dengan tanaman lain berdasarkan tujuannya, seperti tanaman obat, sayuran, dan buah.





Berikut adalah daftar nama latin rempah-rempah.





Nama TumbuhanNama Latin
Asam Jawa Tamarindus indica
Bawang Merah Allium cepa
Bawang Putih Allium sativum
Cabai Capsicum annum
Cabai Rawit Capsicum frutescens
Cengkeh Syzygium aromaticum
Kencur Kaempferia galanga
Lada Piper nigrum
Pala Myristica fragrans




Nama Latin Tumbuhan / Tanaman Umbi





Nama Latin Tumbuhan Tanaman Umbi Umbian




Umbi merupakan organ dari tumbuhan yang mengalami perubahan bentuk dan ukuran (bengkak) yang dikarenakan perubahan fungsinya. Organ tumbuhan yang membentuk umbi adalah batang, akar, atau modifikasinya.





Berikut adalah daftar nama latin tanaman umbi.





Nama TumbuhanNama Latin
Jahe Zingiber officinale
Bengkuang Pachyrhizus erosus
Garut Maranta arundinacea
Ganyong Canna edulis
Kedawung Parkia roxburghii
Lengkuas Alpinia galanga
Singkong Manihot esculenta
Ubi Jalar Ipomoea batatas




Nama Latin Tumbuhan Biji, Kacang, dll





Nama Latin Tumbuhan Tanaman Biji Kacang




Berikut adalah daftar beberapa nama latin tumbuhan biji-bijian, kacang-kacangan, dan beberapa tanaman lainnya.





Nama TumbuhanNama Latin
Jagung Zea mays
Kacang Hijau Vigna radiata
Kacang Kapri Pisum sativum
Kacang Merah Phaseolus vulgaris
Kacang Panjang Phaseolus vulgaris
Kacang Tanah Arachis hypogaea
Kentang Solanum tuberosum
Kesambi Schleichera oleosa
Padi Oryza sativa
Petai Cina Leucaena leucocephala
Terung Solanum melongena
Tuba Derris elliptica




Demikian pembahasan tentang nama latin tumbuhan. Semoga bermanfaat.





Pelajari Lebih Lanjut





Jaringan Tumbuhan





Sel Tumbuhan





Mikroskop





Sistem Gerak Pada Manusia





Metamorfosis Kupu-Kupu



Sumber gini.com